Namun kemudian ia dihadapkan pada sebuah pilihan dimana ia harus memilih untuk berbohong pada orang-tuanya kalau ia sedang menempuh studi magister di Jakarta, padahal ia terjun ke daerah yang baru saja usai dari perang di Halmahera, dorongan hatinya lebih memilih untuk menjadi relawan, mengajar bagi anak-anak disana daripada melanjutkan studi magister yang menjadi impiannya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar