Apr 12, 2017

Orang Baru dan Masa Lalu yang Tak Terkatakan

Baca Juga

"Pluhan tahun telah berlalu sejak berdirinya DMR, divisi khusus yang menangani masalah mutasi DNA dan bertugas mengembalikan alam ke keadaan normal. Dan selama itu, tidak pernah ada satupun kasus penyerangan makhluk mutasi terhadap warga sipil. Namun diawali satu malam, semuanya berubah.
Diyas, seorang pemuda complicated yang tidak pernah bermimpi menjadi bagian dari DMR, harus bekerja bertaruh nyawa melindungi kota.
Dia harus menyimpan rapat-rapat sisi trauma dalam dirinya tentang masa lalu yang tak terkatakan, untuk mencari tahu apa dan siapa penyebab seluruh rangkaian kejadian mengerikan yang meneror kota.
Hingga dia menemukan satu dendam yang hilang dalam sejarah DMR.”
Ini adalah seri pertama dari tetralogi novel DMR. Meski ilmiah, novel ini justru lebih mengedepankan sisi misteri dan thriller dalam setiap lembaran. Ditambah konflik, intrik, dan dilema tentang Diyas yang menjadi sosok paling misterius. Dijamin, pembaca akan terus disuguhi hal-hal yang sulit ditebak.


DMR (Division of Mutation Research)
https://play.google.com/store/books/details/RH_Arkim_DMR_Division_of_Mutation_Research?id=BLCiDgAAQBAJ

ABOUT THE AUTHOR

Arif Rahman Hakim, ST atau dengan nama penulis RH Arkim lahir di Sungai Penuh, Propinsi Jambi, tanggal 24 September 1986. Merupakan alumni teknik elektro Universitas Andalas, Padang. Dan sekarang berprofesi sebagai tentor pelajaran fisika sebuah bimbingan belajar terbesar dan terkemuka di Indonesia cabang Sumatra Barat.
Sejak SMP hingga universitas, RH cukup aktif dalam keorganisasian. Berpartisipasi dalam dunia pendidikan dan menjadi salah seorang konsultan siswa sejak tahun 2008 hingga saat ini. Di bidang lain, RH aktif sebagai penulis lepas di media sosial dan blog.
Beberapa tulisan RH Arkim pernah muncul di beberapa media online dan dibagikan oleh ribuan orang. Di antaranya,
  • Aku bersyukur ibuku meninggal
  • Malulah pada Tuhan, nak
  • RasuluLLAH saja tidak pakai helm
  • Apakah kau izinkan putrimu pacaran?
  • “Pak, mohon izinkan anak saya bolos sekolah!”
  • dll

Penulis dan pengelola www.ebooku.id.


EmoticonEmoticon